Ada kesalahan di dalam gadget ini
I was looking at my dream that is being deemed far away And I was standing blankly I don’t have anything left any more,I thought about giving up everything, but I am standing up again,even today step by step I step forward carefully,My heart is full of fears but it’s an excitement I’m embracing I am staggering and shaking But, I step forward towards the dream that I am going to meet some day

Sabtu, 08 Januari 2011

'Learn From A Drop Of Water'



Air adalah sumber penghidupan. . .
Simbol penghidupan,ketabahan,dan juga kebaikan.

Air,bukanlah benda hidup,tidak bisa bernafas,tidak bisa bergerak dengan sendirinya,bukan juga sebuah benda yg bisa berbicara,tapi tahukah anda betapa berharganya setetes air untuk kehidupan kita ?

Tujuh puluh lima persen bagian dari bumi kita dilingkupi oleh air.
Tanpa air,mungkin kita tidak bisa hidup,bukan hanya kita sebagai manusia tetapi juga seluruh makhluk hidup di dunia ini membutuhkan air,

Jika seluruh makhluk hidup di muka bumi ini membutuhkan keberadaan air,Lalu apa jadinya jika tidak ada air di kehidupan kita ?

Tumbuhan misalnya,jika tumbuhan tidak disirami air lama-kelamaan tumbuhan itu akan layu,hingga kemudian mati dengan sendirinya.
Begitupula dengan hewan,Hewan laut (seperti ikan) tidak akan bisa hidup tanpa keberadaan air.

Lalu kita sebagai manusia,bagaimana mungkin kita tidak membutuhkan air jika Tubuh kita terdiri dari 65% air dan sekitar 47 liter air terdapat pada orang dewasa yang setiap harinya 2,50 liter dari jumlah air tersebut harus diganti dengan air baru.

Bukan hanya itu kehebatan yang dimiliki oleh setetes air tetapi masih banyak lagi.
Kita bisa belajar dari betapa hebatnya setetes air tersebut,kita bisa belajar dari sebuah benda mati yang sering kali kita remehkan.

Belajarlah dari betapa sabarnya air. . .

Jika anda mulai menyerah ataupun merasa tidak sanggup dengan kehidupan yang anda jalani,cobalah anda mengamati setetes air yang menetes sedikit demi sedikit dari atas genting saat hujan,
kemudian coba anda letakkan sebuah batu di bawah tetesan air hujan tersebut,walaupun membutuhkan proses yang agak lama,namun tetesan air hujan tersebut tidak pernah menyerah,dia akan terus menetesi batu tersebut sampai kemudian suatu hari tiba-tiba anda mendapati batu yang sebelumnya kokoh kini berlubang oleh setetes kecil air,sangat kecil.

Air tidak pernah menyerah menemukan jalannya,dia selalu berusaha untuk mencapai tujuannya yaitu lautan lepas,walaupun dihadang oleh sebuah batu besar yang berdiri tegak di tengah-tengah sungai,namun air tidak pernah menyerah,dia akan berusaha mencari jalan lain,dia berjalan kesamping batu tersebut dan kemudian menemukan jalannya kembali.

Dia tidak akan pernah berkata :
'Batu ini terlalu keras,aku sudah berusaha seharian,tetapi belum ada hasilnya,aku tidak bisa mengalahkan batu ini'

ataupun berkata demikian . . .
'Aku sudah lelah,Aku sudah melewati banyak batu besar,dan kemudian didepan sana ada batu besar lagi,Aku tidak bisa berjalan lagi,Aku ingin Menyerah'



Air berjalan lurus mengikuti arusnya,tetapi jika dia dipaksa untuk berbelok arah maka dia akan berbelok dengan senang hati.Namun bukan berarti sudah dia menyerah.

Air mempunyai prinsip,dan dia akan selalu memegang teguh prinsipnya tersebut.
Jika dia memutuskan untuk mengalir,maka dia akan terus mengalir.

Dia tidak pernah berpikir untuk mengalah ataupun mengalahkan,dia tidak pernah berpikir untuk berbalik arah,dia memberi,dia pun menghidupkan.

Belajarlah dari betapa tidak egoisnya air itu,belajar dari betapa tulusnya air menjalani kehidupannya sendiri.
Dia tidak pernah mengeluh jika dibekukan,tidak pernah marah jika dipanaskan,tidak pernah dengki jika dibuang atau dikotori.


Air tidak pelit,dia rela berkorban untuk kehidupan makhluk hidup di dunia ini walaupun nantinya pengorbanan besarnya itu tidak akan pernah dikenang sepanjang masa.

Air tidak serakah,dia hanya ingin mengalir mengikuti arus hingga kemudian dia bisa menemukan tempatnya sendiri di dalam ketenangan.


Jadi,apa saja sifat air yang telah kita miliki saat ini ?
Jika belum ada sama sekali,cobalah anda merenung,kemudian memaknai betapa lebih beruntungnya hidup kita dibandingkan kehidupan setetes air,mulailah belajar dari sifat-sifat yang dimiliki air,dan mulailah menjalani kehidupan layaknya setetes air.



Thanks,. . .

Sincerely,

Annisa

Tidak ada komentar:

Posting Komentar